Tampilkan postingan dengan label chocolates. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label chocolates. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 November 2016

NUTELLA BANANA OAT MUFFIN


Kali ini beneran gak ada alasan mengapa lama banget gak ngeblog. Memang keinginan ngeblog udah lama muncul, tapi ada aja yang bikin gak jadi-jadi. Terakhir laptopnya yang memble gak mau hidup dan ntah mengapa koneksi internet di komputerpun ikutan lesu. Akhirnya ada beberapa posting yang gak jadi masuk ke blog. Alhamdulillah, Suami tersayang berinisiatif memperbaiki laptop dan akhirnya hari ini aku bisa ngeblog lagi. Aseeeekkk..... sebelum masuk ke resep aku cerita dikit ya...dah lama gak cerita soalnya....hehehehe...

Ava sekarang sudah besar, sudah hampir 3,5 tahun usianya. Udah masuk taman bermain dan Alhamdulillah sudah hapal beberapa surat pendek. Bersama Suami, mengantar Ava tiap pagi menjadi hiburan tersendiri bagi kami dan cerita-cerita segar yang keluar dari mulutnya tidak pernah membuat kami berhenti tersenyum. Daaaaannnnnn....sebentarlagi Insya Allah Ava akan punya adik. Saat ini kira-kira baru 8 minggu usianya. Doain ya semoga keluarga kami diberi kesehatan, kelacaran dan kemudahan...amiiinnn.... 

Naaahhh...
Siang tadi pulang sekolah Ava nanya "Mama bikin kue dak?"....well, memang sekarang penggemar terbesar kue-kue buatanku ya Ava. Apapun yang aku bikin lahap dimakannya. Senang deh melihat jari gembulnya pegang kue kesana sini dan pamer ke orang-orang di rumah kalo ini kue buatan Mamanya...hehehehe... apalagi kalo ada acara disekolah, Ava kalo diajak beli kue untuk bawa ke sekolah, Ava dengan santai bilang "Dak usahlah, Mama bikin beee..." (Gak usahlah, Mama bikin saja)....senangnya hatikuuu.... walaupun memang aku lebih banyak membuat yang gampang-gampang aja, berubah dari rencana semula...hehehehe... Seperti hari ini, cita-cita awal mau bikin cheese cake pake fruit compote, kebetulan juga ada stok mangga di rumah. Tapi ngebayanginnya aja aku udah malas, apalagi harus keluar dulu beli creamcheese...duuuh...maleeeezzzz,...

So, jadilah hari ini aku bikin muffin aja. Kebetulan memang bahan-bahannya ada dan harus dihabiskan. Apalagi oatmeal, walaaah...itu ceritanya beli waktu mau mulai sarapan sehat gitu...eehh...ternyata sarapan oat kalah telak sama nasi gemuk dan lontong sayur...hihihihihi....hiks! *gue banget gitu lho*. Nutella selalu ada dirumah karena memang Ava suka (Mamanya juga...ehem) disaat ada serangan Ovamaltine, kami tetap suka dan setia dengan Nutella...*apa cobaaa*...hahahah...Resepnya aku dapat disini dan cara pembuatannya gampang banget. Terutama buat pemula, atau bagi yang gak mau pake atau gak punya mikser. Karena pembuatannya cukup pake whisk aja. Paaas deh buat aku yang sudah terlalu malas baking dan baru mulai mau rajin lagi...ehem....maunyaaa.....hahahahaha.....



Dalam pembuatan muffin, biasanya memang gak terlalu rumit. Tapi walaupun gak rumit, ada beberapa trik yang harus diperhatikan. Seperti dalam resep ini, aku sengaja gak mau nge-mikser karena terkadang suka ke bablasan (diluar alasan males beres-beres setelahnya...hihihihi). Naaah...biasanya kalo adonannya overmix atau dikocok kelamaan, muffinnya jadi keras dan gak moist lagi. Begitu juga mencampur bahan kering sebelum dimasukkan kedalam bahan basah. Bahan-bahan kering sebaiknya di whisk sebelumnya agar bahannya beneran tercampur rata. Ini alasannya sederhana aja, supaya bahan pengembang seperti baking powder dan baking soda terdistribusi dengan baik ke seluruh adonan nantinya.

Kalau untuk pisang, diresep memang digunakan pisang ambon yang besar. Tapi aku punya pisang berangan yang supermatang yang harus segera dihabiskan. Jadi aku pake pisang berangan yang jumlahnya aku kira-kira saja seperti 2 buah pisang ambon. Hasilnya tetap rasa dan wangi pisangnya terasa. Waktu melumati pisang, aku sengaja gak terlalu halus, hasilnya setelah matang jadi kelihatan beberapa potongan mungil pisang yang enak banget saat dimakan. Untuk gula, resep ini memang menggunakan brown sugar, aku juga pake brown sugar (sisa bikin cookies buat Ava seminggu yang lalu). Tapi kalau gak ada, aku yakin pake gula palem hasilnya juga tetap enak. O ya, keep in mind kalo ini resep luar negeri yang kadang kemanisan buat beberapa orang, jadi jumlah gula boleh dikurangi.

Aku tadi bikinnya juga pake 2 butir telur kampung ukuran besar. Di resep memang diminta 1butir telur. Tapi perkiraanku karena di negeri asal resep mungkin ukuran telurnya besar, jadi aku berinisiatif menambah 1 butir lagi supaya muffinnya tetap lembut. Hasilnya, muffinnya yang lembut dan yummmyyyyyy bangeeeet......

Udah deh chit chatnya, ini resepnya, aku terjemahkan ala kadarnya sesuai dengan cara aku membuatnya yaaa..... dan, bagi yang masih suka nanya soal measuring cup atau ukuran cup, maaf aku gak akan menulis resep dengan mengganti ukuran yang ada diresep dengan bentuk lain (kebayangkan gimana ribetnya aku?) apalagi menjawab pertanyaan sekian cup itu berapa gram sih??? gak ya. Silahkan klik disini atau disini untuk mengenal alat ukur dalam bentuk cup. Makasih buat pengertiannya....

NUTELLA BANANA OAT MUFFIN
chef-in-trainning.com

Bahan :

Bahan kering :

2 cup tepung terigu serbaguna
1 cup oatmeal (aku pake instant oatmeal)
1/2 cup brown sugar
1/4 cup gula pasir 
2 sdt baking powder
1 sdt baking soda
1/2 sdt garam

Bahan basah :

1 butir telur (aku pake 2 butir ukuran sedang)
1/2 cup susu cair putih
1/4 cup minyak goreng
1 sdt vanilla extract (aku pake vanilla paste)
2 bh pisang ambon, lumatkan (aku pake 5 bh pisang berangan kecil)
Nutella

Caranya :

  • Campur semua bahan kering dalam satu wadah, aduk rata. Sisihkan.
  • Dalam wadah lebih besar, kocok telur dengan whisk, tidak perlu sampai mengembang, cukup hingga berbuih. Tambahkan minyak,susu, vanilla dan pisang. Whisk lagi hingga rata.
  • Siapkan wadah muffin tang telah diberi kertas. Masukkan adonan hingga 3/4 penuh. Beri nutella diatasnya (lebih kurang 1 sdt) lalu tusuk dan putar dengan lidi (seperti membuat marmer).
  • Panggang di oven dengan suhu 375 selama lk. 30 menit.






Read more

Senin, 02 Mei 2016

Anna Olson's Classic Chocolate Chips Cookies





Cookies lagi, cookies lagi.... yah, gimana yah. Abisnya aku emang suka cookies, dan keponakkan ku pun selalu menyambut hangat kalo aku bikinin cookies. Aroma cookies yang semerbak selalu berhasil menggaet mereka datang ke dapur. Ntah berapa resep cookies yang sudah aku coba di blogku ini. Biasanya pada akhirnya, bakalan resep Nestle Tollhouse yang jadi andalanku. Walaupun begitu, tiap ada resep cookies baru, selalu bikin aku penasaran plus gregetan buat nyobain. Begitu juga sama resep cookies yang satu ini. Resepnya Anna Olson  yang aku liat di youtube. Yoiiii....aku sekarang suka buka-buka youtube. Suka deh liat video bakingnya, baik dibawakan oleh famous baker maupun sama baker rumahan. Humm... I wish jaman pertama baking dulu youtube udah booming. Mungkin aku bakalan jadi youtuber, bukan blogger. Kayaknya lebih gampang ngejelasin resep lewat video daripada nulis di blog. Sayangnya, aku pernah dengar kalo masuk tivi badan kita kelihatan lebih besar 5 kilo. So, kayaknya video juga not for me deeh......hehehehe...(walaupun 5kg gak seberapa dibanding berat keseluruhannya...whoahahahahaha....*hiks*). Di samping itu, resep ini memang jadi pilihanku untuk dicoba kali ini, karena pembuatannya gak perlu pake mikser. Asik banget kan? kebetulan emang aku lagi malas bikin kotor dapur. Males beres-beresnya....

Aku suka banget sama Anna Olson, kalo sempat, aku sering lihat shownya di Asian Food Channel (AFC). Tapi jarang banget ngelihat keseluruhan, kalo gak ditengah, ya diujung acara. Kadang emang akunya yang gak sempat, kadang ditengah-tengah acara Ava minta ganti Babytv...*uhuuu* Nahh...berkah beberapa hari ini buka youtube mlulu, ketemu deh video classic chocolate chip cookies-nya Anna Olson. Banyak banget tips n' tricknya buat cookies yang enak. Ini penyebab utama aku suka sama acara baking yang dibawakan oleh professional dibidangnya. Selain penjelasannya gampang, juga banyak ilmu yang di dapat. Misalnya, udah lama aku mau cookiesku rada gembul, seperti gourmet cookies gitu. Nah, menurut Anna Olson, memang banyak yang bingung seperti aku. Pake resep sama, tapi kadang gembul, kadang gepeng. Itu semua disebabkan oleh kondisi mentega saat awal digunakan, Kadang ada yang menteganya dingin, ada juga yang menteganya udah lembut banget. Mentega yang suhunya gak dingin inilah yang sering bikin cookies melebar tipis. Untuk mengatasi apapun kondisi mentega diawal pembuatan, caranya simple banget. Setelah adonan jadi, bulatkan dan simpan di kulkas selama 1 jam. Simple kan?



Ini juga yang aku lakukan tadi. Setelah aku dinginkan dikulkas, baru aku panggang di oven. Sukaaaa banget ngeliat cookies ku gembul dan cantik. Bentuknya menggoda banget. Apalagi aku gak pake kacang, tapi coklat chipsnya aku lebihkan. Rasanya seperti cookies yang full coklat!. O ya, ada lagi yang bikin cookies Anna Olson ini beda dengan yang biasa aku buat, yaitu penambahan maizena/tepung jagung (corn starch) didalam adonannya. Jumlahnya gak banyak, hanya 1 sendok makan. Katanya, tepung inilah yang bikin cookies tetap lembut dibagian dalam. Menurutku ada benarnya juga, beberapa kali bikin kue kering, diresep yang pake maizena, hasilnya selalu lebih rapuh/lembut. Apapun theorynya, memang cookies Anna Olson ini terasa lembut didalam dan crunchy dibagian luar. Ini udah official jadi resep cookies andalanku yang baru, karena aku suka tekstur dan rasanya. Seperti yang tadi aku bilang, rasanya seperti gourmet cookies....lebih...mewah...

Tapi memang seperti resep luar lainnya, cookies Anna Olson ini terasa agak kemanisan. Kemanisan disini bisa karena jumlah gulanya, bisa juga karena jenis gulanya. Di video aku lihat Anna pake light brown sugar yang warnanya gak begitu gelap. Sementara aku pake brown sugar biasa yang warnanya lebih tua/gelap (ini satu-satunya jenis brown sugar yang aku temui di toko bahan kue, gak ada pilihan lain). Mungkin nanti saat bikin lagi gulanya akan aku kurangi. Aku juga pengen nyoba resep ini ditambah oatmeal. Tadi memang aku sengaja gak pake kacang atau campuran lainnya, karena ini cookies pertama yang aku buat untuk Ava, putriku tersayang. Aku pengen tau dulu gimana reaksinya sama cookies...Aaahh....Ava, sudah besar sekarang. Sudah pintar bercerita, lincah dan gembul. Hobinya saat ini bersepeda didalam rumah dan makan sop ayam dan berceita-cita mau jadi princess kalau sudah besar...hehehe..Tanggal 17 bulan ini nanti Ava genap berusia 3 tahun. Tadinya aku ragu Ava bakalan suka atau tidak sama cookies, karena Ava kurang nge-fans sama coklat (dia lebih suka es krim dan permen). Tapi alhamdulillah, Ava langsung bilang "Yummy, Ma!"....cihuuuyyyyy...

Disini aku tulis resep dengan bahasaku aja ya... sebelum bikin, jangan lupa sama standar dasar bikin cookies. Jangan dipanggang terlalu lama. Gak usah khawatir kalo saat dikeluarkan dari oven cookies terlihat belum matang, saat dingin, cookies akan mengeras sendiri. Makin lama di oven, makin keras cookies nantinya saat dingin. Saat keluar dari oven, biarkan sebentar (lk. 15 menit) diloyang, baru pindahkan di rak kawat sampai suhu ruang. . Daaaannnn....kalo mau lihat videonya, klik aja linknya, gak rugi karena bisa lihat tips n' tricknya.



Classic  Chocolate Chip Cookies
Anna Olson


Bahan : 

1/2 cup mentega  (115 gr)
1/2 cup gula pasir halus
1/2 cup brown sugar
1 btr telur
1 sdt vanilla extract
1 1/4 cup terigu protein sedang
1 sdm maizena
1/2 tsp baking soda
1/2 tsp garam
1 1/2 cup chocolate chips (aku pake 2 cup)
1 cup kacang pecan panggang (aku gak pake)

Caranya :
  • Ayak bersama terigu, maizena, baking soda dan garam. Sisihkan.
  • Dalam wadah terpisah, campurkan mentega, gula pasir dan brown sugar. Aduk rata dengan spatula hingga menyatu dan creamy.
  • Masukkan telur dan vanilla extract, aduk rata.
  • Tambahkan campuran tepung, aduk rata.
  • Tambahkan chocolate chips, aduk rata.
  • Ambil adonan, bulatkan sesuai keinginan. Susun rata didalam wadah (gak papa susunannya rapat karena belum untuk dipanggang). Simpan dikulkas selama 1 jam.
  • Keluarkan adonan yg sudah dibulatkan dari kulkas. Susun dalam loyang yang sudah dilapis kertas anti lengket atau silikon mat. Beri jarak yang cukup.
  • Panggang dalam oven suhu 325 F atau 160 C selama lebih kurang 15 menit. (ovenku, gas mark 4, 20 menit)


Read more

Kamis, 05 Februari 2015

Caramel Nougat Brownies



Well...well...welll... sepinyooooo...

Ok, kali ini gak ada alasan kenapa gak ngeblog setelah sekian lama....hellooooo... Ava, my princess, udah hampir 2 tahun, jadi pake alasan anak gak pas juga..hehehehe... sebenarnya ada beberapa kali baking. Ntah kenapa malas banget nge-blog. Memang sejak banyak sekali pilihan social media untuk berbagi dengan teman-teman, nge-blog jadi aktifitas yang lumayan bikin malas. Mesti foto cantik, buka laptop, ngetik dan lainnya. Sementara kalo lewat sos-med, tinggal foto, upload dan done!

Tapi jauh dihati kecilku *ciee..ciee* sesekali ada juga fikiran "blogku apa kabarnya ya?" atau "duh, resep ini harus di tulis di blog deh!"... tapiiiii...ya ituuuu cuma kepikiran doank! beberapa kali memaksakan diri untuk baking dan foto, eeeh...males nulisnya. Gagal deh. Tapi sepertinya hal ini tidak hanya terjadi pada diriku seorang. Ada beberapa teman nge-blog dulu yang juga sudah angkat tangan sama blognya. Memang kalau di Facebook, Instagram dan Path lebih interaktif. Tapi memang hanya nge-blog yang bisa mengungkapkan isi hati yang paling dalam...*uhuk uhuk*..


Anyway...
Kemarin si Mas (sekarang panggilannya Ayah Ava, soalnya kita sempat kaget Ava sempat ikutan manggil "mas"..hehehehe) pergi seharian. Plus yu' Yati yang bertugas menemani Ava juga izin mau jenguk sodaranya yang sakit, jadilah Mama sama Ava dirumah main berdua. Pas tengah hari Ava udah keliatan bosen, Mama pun bosen dimintain Ava ganti lagu terus di tabnya. Jadi Mama ajak aja Ava bikin kue di dapur. Seperti biasa, Ava bentar doank trus lebih suka main sama papercup dan cupcases dan bikin dapur berantakan. Tinggal Mamanya yang menyelesaikan urusan baking. Kenapa brownies? well.. Aku masih bingung handmixerku dimana, apa aku salah taruh atau emang aku kasihkan orang. Sementara mau pake mixer gede, males banget rasanya. Lagian prinsipku, kalau terkena baking blues, mulailah dengan brownies...mudah, tingkat keberhasilannya tinggi, bikin hepi...hehehehe


Varian brownies ini sudah lama aku rencanakan. Aku memang kepengen banget makan brownies yang fudgie dan ada caramelnya. Kebayang deh brownies nyoklat dengan melted brownies di dalamnya. Jadi waktu ke supermarket beberapa waktu lalu, aku udah mulai beli beberapa coklat yang ditengahnya ada caramelnya. Untuk memperkaya rasa dan teksturnya, aku tambahkan juga beberapa coklat nougat kacang.


Hasilnya, brownies yang fudgy dan karamelnya terasa melimpah. Rasa coklat yang dominan ditambah karamel, seperti coklat toffee yang lumer di mulut. Kali ini lumayan puas banget dengan browniesnya karena sesuai dengan bayangan yang ada dikepalaku. Hum...jadi gak sabar pengen nyoba dengan jenis coklat lainnya. Tadi pas lagi jalan dengan temanku Ina dan Christine, dapat ide dari Christine untuk bikin brownies dengan potongan coklat mede didalamnya...huuummm.... next time wajib coba juga tuh!

Eeeiiittsss....maaf banget fotonya standard abis. Soalnya cuma difoto pake iphone doank. Abisnya udah lama gak pake kamera, ntah kenapa kemaren jadinya malah lebih parah. Lupa banget gimana caranya biar oke. Mesti belajar lagi kayaknya...hiks! so...dari pada posting gak ada foto, ala kadarnya aja yaaa....




Caramel Nougat Brownies
Camelia


Bahan :
100 gr Mentega
150 gr Dark cooking chocolate
75 gr Gula kastor
2 btr Telur, kocok lepas
100 gr Terigu
Coklat karamel kacang, coklat karamel, jumlah sesuai selera, potong-potong yang ukurannya besar.

Caranya :

  • Cairkan mentega dan coklat (aku biasa pakai cara au bain marie). Angkat dari api, aduk rata hingga suhunya turun.
  •  Masukkan gula kastor, aduk dengan whisk hingga rata.
  • Tambahkan telur, aduk rata
  • Tambahkan terigu, aduk rata
  • Tuang separuh adonan kedalam loyang 20x20.
  • Susun coklat karamel diatasnya
  • Tutup dengan sisa adonan
  • Panggang di oven lk. 20 menit 
  • Dinginkan sebelum dipotong.

*** E N J O Y ***


Read more

Senin, 18 Maret 2013

Cheese Brownies Ala Vin


Mumpung masih hot nge-blog (dan mumpung sambungan internet di rumah lagi gak bertingkah *huh!*) kali ini aku posting dua kali. Postingan tertunda ceritanya... Kali ini aku bikin Cheese Brownies Ala Vin yang beberapa waktu lalu sempat bikin hebih milis NCC-ku tertjintah. Ceritanya, milis NCC punya kegiatan rutin, dulunya sih, tahunan, tapi karena acaranya membesar terus, sekarang jadi acara dua tahunan. Ini salah satu acara gathering favoriteku, namanya HMFF. Apa itu? well, silahkan klik linknya, yang pasti acara yang dipenuhi makanan wuenaaak. Aku sendiri bersama temanku yang terkenal sama chocolate curls-nya Widya, pernah jadi panitia HMFF, tahun 2009. Naaah....biasanya, di saat HMFF, ada beberapa makanan yang dibawa anggota menjadi "kenangan manis" bagi yang lainnya. Misalnya waktu HMFF 2009 itu, Melt Brownies Agogo-nya mba' Yenny Agogo bikin heboh milis. Banyak member yang ikutan bikin brownies dengan kejutan chocolate melt ditengahnya. Di HMFF kali ini, brownies yang bikin heboh, ya Cheese Brownies Ala Vin ini.

Aku sendiri HMFF kali ini gak bisa ikutan bantu dan gak bisa menghadiri juga...*whoaaaa...hiiks!*..yah, soalnya perut gendutku bikin gak betah ngapa-ngapain, dan masih suka mual juga. Jadi, yah, kali ini aku cuma bisa baca cerita hebohnya doank. Its ok lah, next time, insya Allah, aku bisa ikutan lagi sambil bawa anakku nanti *kebayang hebohnya...hihihihi*. Tapi baca ceritanya aja udah bikin senang, dan teman-teman gak lupa cerita makanan favoritenya, dan seperti biasa, yang bawa makanan gak keberatan sharing resepnya. Karena yang namanya brownies selalu bikin aku blingsatan, cerita brownies keju ini bikin aku penasaran. Belum lagi cerita-cerita teman milis tentang brownies yang satu ini bikin aku ngiler berat. Sayangnya, aku harus nunggu ke jakarta dulu buat beli cream cheese karena di Jambi yang ada cuma processed creamcheese yang menurutku rasanya beda sama cream cheese biasa. Well, karena aku gak nyicip aslinya, aku pengen bikin brownies yang sesuai sama resepnya. Walaupun beda merk bahan, tapi paling gak, ya sama lah....


Setelah menahan selera lumayan lama dan bela-belain nenteng creamcheese dalam tas *ampuuun dah!*, akhirnya beberapa hari lalu aku mulai bikin, lupa tepatnya kapan. Dari resepnya, keliatannya bahannya banyak banget, sebenarnya gak juga. Keliatan banyak karena menggunakan 2 jenis coklat, dark dan milk. Sementara aku mengganti semua coklat dengan coverture thok, karena aku punya dan memang harus segera aku habiskan sebelum expired. Pas lagi milih-milih loyang, aku ketemu loyang mini cheesecake yang bagian bawahnya bisa di lepas. Loyang ini aku beli udah lama juga, cuma gak sempat-sempat bikin. Beli impulsive nih, nafsu doank, kayaknya lucu aja kalo bikin cheesecake mini yang di dekor imut-imut, padahal, ngebayangin bikinnya aja udah lelah....*hahahaha*. Sekalian deh aku eksperimen sama loyang ini daripada cuma mejeng doank di lemari dapur. Jadi browniesnya aku cetak satu-satu. Suka deh sama hasilnya, apalagi gampang banget ngeluarinnya. Browniesnya keliatan mulus. O ya, buat ngisi adonan creamcheesenya, aku semprotkan pake plastik segitiga supaya hasilnya rapi. Lapisan coklatnya pun aku celupkan aja ke milk chocolate cair. Hasilnya, ada motif coklat  two-tones yang imut...hihihihi....
Rasanya....???? beneran enaaak! Suka deh campuran antara manisnya brownies dan asin-gurih dari creamcheesenya. Ini tipe brownies yang moist, gak kering banget, jadi terasa nyoklat dan lembut di lidah. Pokoknya rasanya unik-enak!! bagi yang belum sempat nyobain, yuk bikiiiin.....buat mba' Vin, makasih udah sharing resepnya ya,....


 CHEESE BROWNIES ALA VIN
by. Vin (Milis NCC)




A. (Lelehkan)
225 gr butter unsalted, sisihkan sampai hangat

B. (Lelehkan semua, sisihkan sampai hangat)
150 gr dark cooking chocolate
150 gr milk cooking chocolate
150 gr whipping cream daairy

Campur A + B

Kocok lepas :
4 btr telur
1 sdm vanilla
90gr gula pasir

Bahan kering :
135 gr terigu protein sedang
1 sdt baking powder
1/2 sdt garam

Creamcheese filling (campur rata) :
200 gr creamcheese
35 gr gula halus
1 btr kuning telur


Caranya :
  • Masukkan kocokan telur ke adonan butter + coklat.
  • Masukkan bahan kering, aduk rata.
  • Siapkan loyang 24 x 24 x 4 cm, olesi margarin dan taburi coklat bubuk (dasar dan sisi loyang)
  • Tuang 2/3 adonan coklat ke loyang
  •  Tuang adonan keju, tutup dengan sisa adonan coklat
  • Panggang di oven dengan suhu 180 C lebih kurang 35 menit (sering cek setelah 25 menit, jangan over baked).
  • Tes tusuk, sampai ada beberapa crumble dari adonan yang masih menempel, angkat, dinginkan.
  • Setelah dingin, olesi permukaan brownies dengan milk chocolate yang sudah dicairkan.











Read more

Minggu, 17 Maret 2013

Best Chocolate Chip Cookies


 Ck... ck...ck.... setelah memaksakan diri buat baking, ternyata ngeblog pun bikin malas. padahal cita-citanya udah banyak banget. Tapi malasnya pun gak kalah heboh. Seperti postingan cookiesku kali ini. Bikinnya semangat banget, mengusir rasa malas dan menerjang baking blues...*duilee* ternyata ujung-ujungnya sami mawon podo ae...*ikut bahasanya si Mas*...masih jelas banget dalam ingatanku *ehem*, hari minggu itu ntah kenapa, pengeeeeeen banget makan chocolate cookies. Gak tau deh, bawaan baby atau emang emaknya yang doyan, pokoknya mesti bikin. Kebetulan memang bahan buat cookies udah standby di rumah. Apalagi senin besoknya, ada teman-teman IWAPI mau rapat di rumah. Klop deh, gak perlu khawatir gak abis, soalnya aku tau banget kalo lagi kepengen begini, paling aku makan cuma satu dua biji, sisanya bakalan dioper ke siapa aja yang ada di rumah...hihihihi...

 Nah, kalo biasanya aku selalu pake resep cookies andalanku, Nestle Tollhouse, kali ini aku mau  nyoba yang lain. Sekali-kali keluar dari comfort zone laaah... so, semua buku cookies yang aku punya aku baca resep chocolate chips cookiesmya, tapi pada akhirnya, aku cari resep di google juga...*haha*... aku tinggal ketik "best chocolate chip cookies"...eh, gak taunya yang keluar judulnya plek sama....hihihihi....pilihanku jatuh sama resep "Best Chocolate Chip Cookies" ini. Judulnya dahsyat banget ya? atau terlalu optimis? sempat ragu buat nyobain, karena judulnya aja rada lebay, tapi karena yang nyobain resep ini lumayan banyak dan reviewnya yang positif juga gak kalah banyak, ya udah, langsung deh di eksekusi...

Pembuatannya lumayan gampang, standarlah seperti bikin cookies biasanya. Kayaknya, bahan yang di gunakan dalam beberapa resep cookies gak jauh beda, udah standar aja. Seperti mengandung brown sugar, chocolate chips, kacang-kacangan (kalo suka), vanilla...yang beda hanya komposisi dan spices atau flavoring yang ditambahkan ke beberapa resep cookies. Perbedaan yang paling nyata beda resep ini dengan yang biasa aku coba,  yaitu juga menggunakan gula pasir biasa selain brown sugar. Anyway, Karena aku emang gak suka cookies yang pake kacang-kacangan, kali ini kacangnya juga aku skip, sebagai gantinya, chocolate chipsnya yang aku lebihkan. Suka deh aroma cookies yang sedang di panggang, apalagi ngeliat adonanya membulat di dalam oven...rasanya gimanaaaa gitu...ini salah satu aroma yang mengundang rasa hepi buat aku....*eheeem*...hahahaha....

Setelah matang, cookies diangin-anginkan diatas rak kawat. Aku selalu melakukan ini tiap kali habis memanggang cookies. Prosesnya terlihat gak penting, tapi percaya deh, ada perbedaan nyata antara cookies yang dianginkan dengan rak kawat, sama yang tidak. Waktu aku cicipi, memang chocolate chips cookies yang ini terasa lebih tasty dari Tollhouse, selain aroma, rasanya pun lebih kaya. Terasa lebih beraroma dan berkaramel gitu. Mungkin penambahan gula pasir yang membuat aroma karamel lebih kentara. Hum...jadi dilematis antara ini dan cookies yang udah lama aku sukai. Tapi satu hal yang next time aku ganti, yaitu jumlah gulanya. Cookies ini jauh lebih manis dari Tollhouse, mungkin jumlah gula pasirnya harus dikurangi.

O ya, di loyang terakhir, dibagian atas cookies aku taburi garam fluer de sel. Ternyataaaaa...aku suka bangeeet. Rasa asinnya mengimbangi cookies yang manies. Hum...jadi ketagihan deh nge-cookies dengan fleur de sel begini. Next time mau nyoba ditaburi diatas cake, pasti enak ya, biar gak eneg. Tapi mungkin ya nanti-nanti, setelah my little baby lahir, kalo sekarang udah dilarang kebanyakan makan garam....hiiiiks!





Ini resepnya ya...

BEST CHOCOLATE CHIP COOKIES

I cup mentega, suhu ruang
1 cup gula pasir
1 cup brown sugar
2 btr telur
2 sdt vanilla extract
3 cup tepung terigu serbaguna (protein sedang)
1 sdt baking soda
2 sdt air panas
1/2 sdt garam
2 cup chocolate chips (aku 2,5 cup)
1 cup walnut cincang (aku gak pake)


Caranya :
1. Panaskan oven hingga 350 F (175 C)
2. Mikser mentega, gula pasir, dan brown sugar hingga rata. Masukkan telur satu per satu, tambahkan vanilla. Larutkan baking soda dalam air panas, masukkan kedalam adonan bersama garam. Masukkan tepung, chocolate chips dan kacang, aduk rata. Cetak di loyang dengan sendok.
3. Panggang di oven lebih kurang 10 menit atau hingga pinggiran cookies mulai kecoklatan.
Read more

Jumat, 08 Februari 2013

Bolu Marmer Jadul



Ok...Ok...
Sekarang kayaknya gak pas banget kalo aku terheran-heran kenapa bisa sebegini lamanya aku gak nge-blog. Semalas itu kah aku sama baking??? hum...well yeah...hihihihihi.... Bukan, apa-apa, sejak hamil...oh yes, belom ngasih kabar ya, kalo aku hamil??? yeap! finally!!! panjang deh ceritanya, nanti aku punya blog sendiri yang di link kesini... pada dasarnya, aku sama si Mas, bahkan keluarga besar kami pada senang banget. Walaupun aku juga telat tau kalo aku hamil. Saking persimisnya kalo kami (aku dan si Mas) bakalan bisa segera diberi momongan, aku cuek aja waktu jadwal menstruasiku telat (biasanya juga sering begitu)...eeeh...gak taunya, udah 12 minggu!!! Anyway, to make the story short, karena aku gak menyadari sudah melalui trismester pertama (ya ampuuuunnn!), gak terasa aja sekarang sudah melalui 5 bulan, menuju 6... menurut dokter, our little angel bakalan lahir end of June....doain semoga aku dan babyku sehat yaaaa.....

So, gak tau deh, apa karena hamil, atau karena aku emang malas seperti biasanya *haha*, hampir gak pernah baking lagi. Udah berkali-kali minta dibeliin telur, ujung-ujungnya jadi telor goreng. Rencana mau bikin aneka bake goods buat teman-temanku yang merayakan natal juga bubar total, karena ternyata aku lebih suka tiduran ditemani bantal dan guling. Blom lagi aku yang kuliah lagi nih, jadi bolak-balik Jambi-Jakarta, walaupun akhirnya, aku memilih cuti di tengah-tengah smester....hiks... yeah, bagaimanapun juga, aku gak mau ambil resiko, kali ini memang harus memilih satu prioritas aja, dan of course, aku memilih kelancaran kelahiran anakku, kuliah nanti bisa di teruskan akhir tahun. 

Tapiiiiiiii....kali ini aku emang harus memaksakan diri. Gimana bisa cuek kalo di milis NCC, para member pada pamer kue bolu marmer jadul yang di posting oleh salah satu member, mba' Mia Indriasari. Katanya, resep ini dari Ibunya, takarannya aja semula masih berdasarkan ukuran gelas. Jadi tambah mupeng liat laporan teman-teman yang udah nyoba resep yang katanya cakenya lembut dan berasa banget jadulnya karena pake full margarin blueband. Kalo di ingat-ingat, lucu juga ya, jaman dulu itu *sok tua bener*, seingatku, kue yang mahal itu kalo pake full blue band. Sekarang, itu malah jadi salah satu opsi bahan cake ekonomis, supaya pemakaian butternya gak banyak....hihihihihi... dunia baking beneran gak kalah sama dunia teknologi (IT) ya, selalu aja ada yang baruu....

Nah, kemaren pagi, rencananya emang blom mau baking, mau ajak si Mas, Papa dan abangku Riri (yang kebetulan lagi di Jambi) ke supermarket. Eeeh...aku lupa kalo hari Jum'at, gagal deh jalannya, karena mereka mesti sholat Jum'at. Akhirnya, dari pada bengong di rumah, aku putusin bikin bolu marmer jadul ini. Selain bahannya gampang, pembuatannya mudah, ntah kenapa aku mendadak jadi pengeeeeeeen banget! Humm....kali ini selera bumil gak tertahankan. Setelah bahan di timbang dan loyang di siapkan, sepupuku Tona nongol baru pulang dari kantor dan bersiap-siap mau bertukar poin buat nonton gratis di bioskop, as usual *hihihihihi*. Waktu aku bilang kalo aku lagi bikin bolu marmer jadul, si Tona langsung menimpali "Hey, bikin Bolu Kik" tuuuh....aku langsung ngakak... bener banget, kalo di dusun Papaku namanya Bolu Kik (bolu maksudnya ya "cake"..dan kik itu, ya ejaan dari "cake" juga. Jadinya cake-cake....*bingung ya?? hihihihi). Di sana memang, semua cake dibilang bolu, nah "bolu" yang mengandung mentega, ya dianggap "kik" atau cake. Jadi gak salah juga kalo Tona bilang namanya "Bolu Kik".

O ya, satu hal lagi yang bikin aku pengen nyoba kue ini, karena memang udah lamaaaaaaa banget aku nyari resep cake marmer yang margarinnya dicairkan. Aku sempat nanya ke milis. Aku ngotot mau nyari resep seperti itu, karena itulah cake yang pertama kali diajarkan tanteku, tante Aini yang aku sayangi. Cerita lengkapnya antara aku dan tante Aini, ada disini ya. Masih keingat jelas tante menyuruhku meletakkan mangkok kaleng yang berisi margarin diatas oven panas yang modelnya diletakkan diatas kompor. Aku sampe kagum ngeliat menteganya mencair...hahaha..Praktis banget ya...hihihihi...Hummmm....kebayang deh, cake lembut dengan aroma margarine yang khas...gak tahaaan, pokoknya harus bikin!

Anyway, karena bahannya simple, bikinnya juga simple banget, semua bahan tinggal dikocok menjadi satu. Kali ini aku ngocoknya rada lama (pake hand mixer biasa aja), sekitar 10 menit lebih, karena aku gak pake emulsifier (SP). Supaya berasa jadulnya, aku batal menambahkan vanilla extract, tapi aku pake vanilli bubuk...hihihihi...Untuk marble coklatnya, aku pake coklat bubuk seperti yang diajarkan tante. Naaaaahh...saat bikin marble itulah aku sempat ngerasa kangen sama suara lembut tante Aini. Karena aku ingat betul beliau bilang, saat adonan coklat dituang, cepat diputar untuk membuat marmernya. Kalo lama, nanti adonan coklatnya turun ke bawah. Aku lupa banget sama pesannya yang ini, baru nyadar setelah bingung ngeliat adonan coklatku turun kebawah semua *telmi*...hihihihi...tapi its ok, masih sempat nge-marmer sedikit....*ngeles*..hahahahaha...

Rasanya???  well, enaaaakkkkkkk banget!!!! pasti ntar bikin lagi! si Tona, Pupun (anak sepupuku), abangku Riri dan si Mas, suka cakenya. Kalo menurut Tona, rasanya sama persis seperti buatan Ibunya dulu. Aku sendiri juga doyan banget, karena manis-gurihnya pas, karena pake full margarin, rasanya jadi gak ngebosenin karena terasa gurih dan gak bikin eneg. Yang pasti, sepotong gak bakalan cukup! Finally! aku ketemu resep yang di ajarkan sama tanteku. Of course, big thanks buat mba' Mia yang udah sharing resepnya di milis. WE LOVE IT!

Yuks cobain!



BOLU MARMER JADUL
By. Ibunya mba' Mia Indriasari (milis NCC)


Bahan :
5 butir telur telur utuh
3 butir kuning telur
150 gr teringu
200 gr gula pasir
1/2 sdt SP (aku gak pake)
300 gr Blue Band, cairkan
1 bungkus (1 gr) Vanilli bubuk (Tambahan dari aku)
Pasta cokelat (aku pake coklat  bubuk)

Caranya :
Semua bahan dikocok, kecuali margarine, hingga putih mengembang. Lalu, tambahkan margarin cair berlahan-lahan sambil di aduk balik. Ambil, satu mangkuk adonan, beri pasta coklat (aku coklat bubuk) aduk rata. Tuang adonan putih kedalam loyang (yang sudah dioles mentega dan ditaburi tepung), lalu tuang adonan coklat sambil diputar dengan garpu (aku ujung sendok) untuk membuat bentuk marmer. Panggang dalam oven hingga matang (aku suhu 160C, atau gas mark 4, lk. 50 menit). Enjoy!

Read more

Minggu, 26 Agustus 2012

Devil's Food Cake with Swiss Meringue Buttercream


 Haiiiiiiii.....
Buat yang Muslim, gimana lebarannya? Pasti seru ya ketemu sanak saudara, dan buat yang liburan, kebayang deh gimana hebohnya...hihihihi... Maaf lahir batin ya semuanyaaaa....*hug hug hug*. 

Postingan lebaran dirumahku tahun ini nanti menyusul...hummm... Sekarang mau posting cake yang aku bikin kemarin sore. Heboh deh,  sampe si Mas akhirnya menemani Papa-ku berbuka puasa sendirian, soalnya aku masih kasak-kusuk di dapur. Jadi, aku udah gak sabaaaaaarrr....whoa ha ha ha...ok ok ok, I know... koq chocolate cake lagi? coklaaaaat melulu! nah, jujur nih, sebenarnya ini juga gak terencana. Waktu ke supermarket sama Papaku n' si Mas, aku udah borong lemon seabrek-abrek. Ceritanya mau coba bikin lemon cake pake loyang nordic yang belom juga diberdayakan. Tapi ntah kenapa, gara-gara buka-buka bukunya Magnolia Bakery, jadi keingat sama resep ini. Jadi deh, melenceng dari rencana semula (baru nyadar, itu lemon mau diapain yaaaa...hiiiks!!!). Kebetulan ada satu pak coklat couverture yang belum dipake sama sekali, jadi deh resep ini di eksekusi.

Waktu pertama beli bukunya, cake ini yang pertama kali aku coba. Tapi hasilnya kacau balau. Pertama, karena keterangan resepnya gak beraturan. Misalnya, sedang asik-asik ngocok adonan, disuruh masukin putih telur yang udah dikocok. Alhasil, aku kelimpungan ngocok putih telur dulu. Mana waktu itu adanya hand mixer. Blom lagi ovenku masih oven listrik mungil, gak muat masuk dua loyang. Jadi aku panggang dengan loyang besar yang tinggi. Mungkin karena aku emang amatir, atau emang ketinggian, bagian tengahnya gak matang n' ancuuuurrr.... tapi, sempat aku cicipi, rasanya lumayan juga. So, akhirnya cake ini cuma masuk dalam daftar cake yang mau aku coba lagi. Kali ini, resepnya aku baca berkali-kali dan aku ingat urutan langkah yang sebenarnya harus aku lakukan. Teteuuupppp aja, hampir aja putih telurnya lupa masuk...ck...ck...ck..ck...


Di dalam bukunya, Devil's food cake-nya di sajikan dengan seven-minute icing, caramel buttercream, dan chocolate buttercream. Juga tertulis kalo di bakery-nya malah pake mocha buttercream (tapi di buku gak ada resep mocha buttercream...pffhhh..). Tapi ntah kenapa aku kurang yakin sama beberapa resep frosting yang ada dibuku itu. I mean, ok lah Magnolia Bakery terkenal sama cupcakenya yang dimakan sama artis beberapa serial tv di Amrik. tapi aku agak ragu dengan yang lainnya. Bukan ragu dalam arti negatif ya, cuma rasanya terlalu biasa. Jadiiiiii...untuk Devil's food cake-ku kali ini, aku pilih pake Swiss Meringue Buttercreamnya Martha Stewart. Yup, buat aku pribadi, selalu yakin sama resepnya tante Martha, akurat dan rasanya selalu berkelas.

Lagian, emang udah lama aku pengen nyoba bikin buttercream dengan putih telur ini. Aku udah nyoba bikin beberapa jenis buttercream, mulai dari yang pake mentega putih atau shortening, trus buttercream yang pake cream cheese, buttercream dengan whipcream dan buttercream ala American-style cupcake yang pake mentega sama gula icing. Ada beberapa yang aku suka, ada yang gak karena sukses bikin gigiku berasa mau rontok seharian. Nah, ini kesempatan ku buat nyoba bikin buttercream versi lain lagi. Kalo di baca, memang keliatan ribet karena telurnya harus dipanaskan di double-boiler segala, tapi setelah dibikin, ternyata gak sulit dan hasilnya, aku sukaaaaaaaaa banget, so buttery dan lembuuuuttt.... dan yang terpenting gak ngendal di mulut (yeah...pake real butter!).

Tantanganku gak berhenti disaat membuat cake dan menyiapkan frosting aja. Menghias cakenya juga punya tantangan tersendiri...hihihihi... kayaknya aku gak bakat dan emang harus segera ikutan kursus cake decoration deh. Kali ini ngasal banget karena aku juga terburu-buru mau ke kondangan pernikahan adiknya si Maria Wisanty, temanku. Jadi deh cakenya cuma aku oles pake spatula dan diberi bunga seadanya dengan spuit bintang. Si Mas aja heran, dikira ada yang mau ultah, dan ntah karena mba' Dwi (Istri bang Iqbal) nyindir atau emang dia lagi capek baru nyampe dari Yogya, katanya aku justru keliatan dekor cake-nya niat beneeer. Humm...gak pa pa deh, lumayan buat hiburan...hahahaha...



Rasanya...??
Cakenya gak semoist cake coklat lainnya, tapi gak padat dan terasa ringan. Tapi aromanya yang unik, mungkin karena aku pake chocolate couverture yang udah manis dan pake brown sugar ya. Tapi next time, jumlah brown sugarnya aku kurangi supaya gak terasa manis banget. Apalagi akan di beri frosting lagi. Sedangkan buttercreamnya, beneran jadi my favorite buttercream deh, di colek aja enaaaakkk... benar-benar buttery dan gak terlalu manis. Karena rasa butternya yang dominan, sebaiknya saat di jadikan frosting ataupun filling cake, jangan terlalu tebal atau banyak. Btw, frostingku tadi gak semuanya pake unsalted, separuhnya aku pake salted, supaya gak terlalu eneg. Menurutku buttercream ini pasti enak kalo dijadikan isi macaron (sayang sampe sekarang blom sukses juga...whoaaa...hiks!) dan di beri aneka essence, seperti rose, orange atau lychee.. seru!! *kalobisabikinmacaron*

Ini aku posting resepnya setelah aku terjemahkan ala kadarnya. Urutan cara pembuatanpun aku sesuaikan dengan langkah-langkah yang aku lakukan supaya gak bingung. Untuk buttercreamnya, aku baru tau triknya kalo saat wadah berisi putih telur menyentuh panci berisi air panas, segera whisk dan whisk berlahan terus menerus hingga gula larut. Dengan cara ini, gak ada kesempatan buat si putih telur untuk matang. 

Good luck n' have fun!!



DEVIL'S FOOD CAKE
Allysa Torrey and Jeniffer Appel, dari buku The Complete Magnolia Bakery Cookbook

Bahan :

3 cups tepung terigu serbaguna
1 1/2 sdt baking powder
1 1/2 sdt baking soda
3/4 sdt garam
3 btr telur ukuran besar, pisahkan kuning dan putihnya
3/4 cup (1 1/2 stik) mentega tawar, suhu ruang
2 cup brown sugar 
8 oz unsweeted chocolate, cairkan
2 cup susu cair
1 1/2 sdt vanilla extract

Caranya :
  • Cairkan coklat, caranya, letakkan coklat dalam wadah tahan panas, letakkan diatas panci berisi air panas selama lk. 5-10 menit, aduk sesekali hingga semua larut. Angkat dan sisihkan hingga dingin selama lk. 5-10 menit.
  • Panaskan oven 350F
  • Olesi 2 buah loyang bulat ukuran 9x2 Inch dengan mentega, alasi dengan kertas baking (aku olesi lagi dengan mentega)
  • (aku, campur susu dan vanilla extract dalam satu wadah, sisihkan)
  • Dalam wadah besar, ayak tepung, baking soda, baking powder dan garam. Sisihkan.
  • Dalam wadah terpisah, kocok kuning telur hingga kuning pucat, sekitar 2 menit. Sisihkan.
  • Dalam wadah besar, kocok mentega dan gula hingga licin lk. 3 menit. Masukkan kuning telur dan kocok hingga rata. Masukkan coklat, kocok rata.
  • Masukkan campuran tepung dalam 3 tahapan, bergantian dengan campuran susu, kocok hingga rata.
  • Dalam wadah terpisah, kocok putih telur dengan kecepatan tinggi hingga soft peak.
  • Masukkan putih telur kedalam adonan, aduk balik hingga rata.
  • Bagi adonan dalam 2 wadah yang telah disiapkan dan panggang selama 40 - 50 menit atau lakukan test tusuk
  • Setelah matang, keluarkan, biarkan didalam loyang selama 10 menit. 
  • Keluarkan dari loyang dan biarkan dingin keseluruhan diatas rak kawat.
  • Setelah dingin, siap untuk di frosting



SWISS MERINGUE BUTTERCREAM
Martha Stewart dari buku Cupcake


Bahan :

5 btr putih telur (ukuran besar)
1 cup plus 2 sdm gula
sejumput garam
1 pound (4 stik) mentega tawar, suhu ruang, potong-potong ukuran sendok makan
1 1/2 sdt vanilla extract

Caranya :

  •  Campur telur, gula dan garam dalam wadah tahan panas (atau mangkok standing mixer) lalu letakkan diatas panci yang berisi air hampir mendidih. Whisk dengan tangan hingga campuran terasa panas saat disentuh dan gula larut. Campuran ini harus terasa benar-benar licin ketika digosokkan diantara jari tangan.
  • Letakan mangkok keatas mikser yang telah dipasang kocokan whisk. Mulai dari kecepatan rendah dan berlahan naikkan hingga medium-tinggi, kocok hingga kaku (stiff peak, tapi tidak kering). Terus dikocok hingga menkilap dan benar-benar dingin (test dengan menyentuh bagian dasar mangkok) lebih kurang 10 menit.
  • Turunkan kecepatan hingga medium-rendah, masukkan beberapa sendok mentega dalam satu waktu. Setelah tercampur rata, tambahkan lagi mentega, lakukan hingga mentega habis. Tambahkan vanilla. Ganti whisk dengan kocokan "K", lanjutkan kocok dengan kecepatan rendah hingga udara berkurang, sekitar 2 menit. Scrap adonan di pinggir mangkok dengan spatula, lanjutkan kocok hingga adonan terlihat licin dan lembut. Buttercream siap untuk digunakan
Simpan buttercream dalam suhu ruang apabila digunakan dalam hari yang sama atau pindahkan kedalam wadah kedap udara dan simpan di kulkas hingga 3 hari atau bekukan di freezer hingga 1 bulan. Sebelum digunakan biarkan dalam suhu ruang dan kocok lagi dengan kocokan "K" hingga licin lagi.

Buttercream juga dapat diberi warna sesuka hati.
Read more